Hukum-hukum Allah tidak diberlakukan, sunnah-sunnah Rasulullah ditinggalkan dan Islam yang tersebar bukan lagi Islamnya Muhammad s.a.w, melainkan Islamnya Muawiyah serta Yazid yang identik dengan kerosakan dan kedurjanaan. Imam Husein merupakan tokoh yang paling ditakuti oleh Yazid. Hampir setiap kerusakan yang dilakukannya ditentang oleh Imam Husein dan beliau merupakan seorang tokoh yang menolak untuk berbaiat kepadanya. Kemudian Yazid segera menulis surat kepada gubenornya al-Walid bin Utbah, dan memerintahkannya agar meminta baiat dari penduduk Madinah secara umum dan dari al-Husein secara khusus dengan cara apapun.

Melihat itu semua, akhirnya Imam Husein berinisiatif untuk meninggalkan Madinah. Namun sebelum meninggalkan Madinah beliau terlebih dahulu berjalan menuju maqam datuknya Rasulullah s.a.w, serta shalat didekatnya dan berdoa: "Ya Allah ini adalah kubur nabi-Mu dan aku adalah anak dari putri nabi-Mu ini. Kini telah datang kepadaku persoalan yang sudah aku ketahui sebelumnya. Ya Allah! Sesungguhnya aku menyukai yang maruf dan mengingkari yang mungkar, dan aku memohon kepada-Mu, wahai Tuhan yang Maha Agung dan Maha Mulia, melalui haq orang yang ada dalam maqam ini, agar jangan Engkau pilihkan sesuatu untukku, kecuali yang Engkau dan Rasul-Mu meridhainya".Setelah menyerahkan segala urusannya kepada Allah, beliau segera mengumpulkan seluruh Ahlul-Bait dan pengikut-pengikutnya yang setia, lalu menjelaskan tujuan perjalanan beliau, yakni ke Mekkah.

Mungkin kita bertanya-tanya, apa sebenarnya motivasi gerakan revolusioner yang dilakukan Imam Husein hingga beliau harus keluar dari Madinah. Imam Husein sendiri yang menjelaskan alasannya kepada Muhammad bin Hanafiah dalam surat yang ditulisnya: "Sesungguhnya aku melakukan perlawanan bukan dengan maksud berbuat jahat, sewenang-wenang, melakukan kerosakan atau kezaliman. Tetapi semuanya ini aku lakukan semata-mata demi kemaslahatan umat datukku Muhammad s.a.w. Aku bermaksud melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar, dan mengikuti jalan yang telah dirintis oleh datukku dan juga ayahku Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah barangsiapa yang menerimaku dengan haq, maka Allah lebih berhak atas yang haq. Dan barang siapa yang menentang apa yang telah kuputuskan ini, maka aku akan tetap bersabar hingga Allah memutuskan antara aku dengan mereka tentang yang haq dan Dia adalah sebaik-baik pemberi keputusan."

Setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya rombongan Imam Husein sampai di kota Makkah, yaitu suatu kota yang dilindungi Allah SWT yang dalam Islam merupakan tempat yang di dalamnya perlindungan dan keamanan dijamin. Peristiwa ini terjadi di akhir bulan Rajab 60 Hijriah.

Selama empat bulan di Makkah Imam banyak berdakwah dan membangkitkan semangat Islam dari penduduk Makkah.

Dan ketika tiba musim haji, Imam segera melaksanakan ibadah haji dan berkhutbah di depan khalayak ramai dengan khutbah singkat yang mengatakan bahwa beliau akan ke lraq menuju kota Kufah. lanjutkan
back to al kisah
back to anakmanja


Ring ring